Home » TNI » Tim SFQR Koarmada II Kembali Gagalkan Pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia

Tim SFQR Koarmada II Kembali Gagalkan Pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia

π™π™šπ™™π™–π™ π™¨π™ž | Kali
Sabtu, 9 September 2023 04:57 WIB
IMG-20230909-WA0206

 

SULSEL I angkatanbersenjata.co.id

Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan, Kalimantan Utara, di bawah jajaran Koarmada II berhasil mengamankan 31 orang yang diduga sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal, yang akan diselundupkan ke Wilayah Tawau Malaysia pada Jumat (8/9).Β 

Calon pekerja ilegal terdiri dari 10 orang pria, 14 perempuan, 2 anak laki-laki, serta 4 anak perempuan ini, memiliki tujuan berbeda-beda. Ada yang hendak bekerja sebagai buruh perkebunan, buruh pabrik kayu, sopir truk, sampai asisten rumah tangga.Β 

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto mengungkapkan, puluhan warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut terpantau akan masuk Malaysia secara non-prosedural. Mereka dikendalikan calo atau tekong melalui HP. Saat ini, ketatnya pengawasan terhadap calon pekerja migran ilegal di perbatasan RI-Malaysia membuat modus atau pola para calo dalam menyelundupkan mereka ke Malaysia juga berubah. Jika biasanya para CPMI ditampung di rumah rumah singgah sementara yang disiapkan para tekong, kini para calo mengendalikan CPMI melalui ponsel.Β 

“Mereka berangkat dari Nunukan menggunakan speedboat 200 PK, menyeberang ke Sebatik. Kita lakukan pengejaran danu memotong jalur speedboat yang memuat 31 CPMI tersebut.” Dari pengakuan para CPMI, mereka telah membayar 2.000 ringgit, atau sekitar Rp 7 juta kepada calo, dengan janji akan diseberangkan sampai ke wilayah Sabah atau ke daerah Serawak, Malaysia” katanyaΒ 

Awalnya tidak ada yang mengaku akan menyeberang ke Malaysia. Setelah kita lakukan pendalaman, mereka mengakui akan menyeberang melalui jalur ilegal di Sebatik. Petugas sudah mengantongi identitas calo atau tekong yang memfasilitasi mereka ke Tawau, serta memungut biaya dari para CPMI tersebut.

 

“Kita masih lakukan pengejaran, sementara para CPMI yang kita amankan, kita serahkan ke BP3MI Nunukan untuk tindakan lebih lanjut. Persoalan CPMI ilegal menjadi perhatian serius seluruh stakeholder, supaya para WNI bisa mendapatkan kepastian hukum yang berdaulat ketika bekerja sebagai PMI di luar negeri. Tentu bukan hanya pengawasan dan penindakan yang perlu dilakukan, melainkan juga perbaikan sistem, sosialisasi dan edukasi untuk memahamkan masyarakat akan pentingnya keberangkatan resmi,” ungkapnya.

“Kembali ke kesadaran masyarakat sendiri. Ketika mereka memahami arti penting perlindungan WNI, mereka akan memilih berangkat secara resmi. Lanal Nunukan akan terus membantu Pemda mensosialisasikan dan juga melakukan pengawasan serta penindakan terhadap upaya penyelundupan PMI,” tegasnya.

Di tempat yang berbeda, Pangkoarmada II Laksda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., memberikanku apresiasi yang tinggi kepada tim SFQR Lanal Nunukan atas keberhasilan menggagalkan pengiriman Pekerja Migran ilegal ke Tawau Malaysia.pen2

Rekomendasi

Berita Terbaru

Panglima TNI : Jenderal TNI Agus Subiyanto
Panglima TNI : Jenderal TNI Agus Subiyanto
KAPOLRI : Jenderal POL Listyo Sigit Prabowo
KAPOLRI : Jenderal POL Listyo Sigit Prabowo
photo_6062020406580810192_y
ChatGPT Image Aug 10, 2026, 12_53_18 PM (1)
ChatGPT Image 10 Agu 2026 04.20.38 (1)
hq720
Blue-and-Green-Geometric-Illustrative-Influencer-Tips-Poster-2
6 Keunggulan (1)
1000979106
photo_6095931003038798952_y
Bantuan Jasa

Terpopuler

Terbaru

Pengunjung

Redaksi sedang online: 0

Pengunjung hari ini: 30

Kemarin: 462

Jumlah pengunjung: 88,391

TNI & POLRI